Selasa, 18 April 2017

meringkas buku Leon Morris






MEMBACA DAN MERINGKAS PIKIRAN POKOK BUKU
TEOLOGI PERJANJIAN BARU
LEON MORRIS


Pendahuluan.
            Meskipun Teologi Perjanjian Baru menjadi judul begitu banyak buku, arti sebenarnya dari Teologi Perjanjian Baru masih sangat tidak jelas. Sebagian dari penyebab kekaburan tersebut adalah kerancuan dalam pemakaian istilah Teologi. Tujuan penulisan buku ini adalah memberikan suatu pengantar yang ringkas tetapi padat tentang Teologi Perjanjian Baru.
Judul Buku                  : Teologi Perjanjian Baru
Penulis                         :Leon Morris
Penerbit                       :Gandung Mas
Ketebalan Buku          : 506 halaman.
Bagian Pertama: 1. Tulisan-Tulisan Paulus.
Paulus seorang yang sangat berbakat. Karya pelayanannya yang sanagat luas dan efektif menjadi lebih mudah oleh karena ia akrab dengan dua dunia, yaitu dengan dunia agama Yahudi dan dunia Helenisme(mungkin kita perlu menambahkan satu dunia lagi, yakni  dunia Romawi).
Paulus seorang Israel dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin(Roma 11:1 bdk II Korintus 11:22), suatu hal yang jelas dia banggakan. Mengenai keturunan lahiriah serta prestasinya ia dapat menulis demikian, “Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hokum taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam menaati hokum Taurat aku tidak bercacat.(Filipi 3:4-6). Lain sekali degan caranya menghadapi tulisan-tulisan Yunani. Jelas, karena Paulus menguasai bahasa Yunani, maka semua harta pusaka Yunani terbuka baginya. Namun, dalam semua tulisannya hanya dua kali ia mengutip penulisan Yunani(I Korintus 15:33, Titus 1:12, Lukasmengungkapkan satu kutipan lagi, yakni dalam salah satu kotbah, kisah 17:28).
Paulus mengindentifikasikan dirinya dengan Israel. Bahkan dalam tulisan-tulisannya kepada orang-orang bukan Yahudi ia menyebut Abraham “bapa leluhur jasmani kita” dan Isak “bapa leluhur jasmani kita”(Roma 4:1, 9:10) dan mengacu pada nenek moyang kita semua”(I Korintu 10:1). Dia mengharapkan damai turun atas “Israel milik Allah”(Galatia 6:16).
Meskipun ia seorang Yahudi, Paulus membuktikan bahwa ia dipanggil untuk berkerja terutama ditengah bangsa-bangsa lain didunia ini. Ia adalah rasul bagi orang-orang bukan Yahudi(Roma 11:13) pelayanan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi” (Roma 11:13), ia dipanggil untuk memberitakan Kristus diantara orang-orang yahudi(Galatia 1:16, Efesus 3:8). Latar belakang yang kompleks ini mempersulit studi kita tentang tulisan-tulisan Paulus. Begitu juga gaya sastra yang dipakai rasul itu. Dia suka tergesa-gesa, sehingga sering tidak menyelesaikan kata-katanya yang dia berharap akan disi sendiri oleh para pembacanya(dan yang para pembaca berharap dapat mengisinya dngan tepat!).
Dia seorang pemikir orisinal dan kadang-kadang dia harus berjuang untuk menemukan bahasa yang tepat untuk mengungkapkan halhal yang sebelumnya belum dikatakan orang lain. Hal ini menambah kesulitan kita tetapi sekaligus membuat penyelidikan kita ini semakin berharga. Teologi Paulus sangat padat dan mendalam dan sudah terbentuk sejak dini sekali. Tulisannya merupakan bukti yang kuat bahwa pandangan Kristiani yang pokok sudah terbentuk secara kokoh sebelum pertengahan abad pertama, kurang dari 20 tahun sejak Yesus mati.
Allah Sebagai Pusat Segalanya.
            Paulus menaruh perhatian yang amat besar kepada Allah. Biasanya kita menganggap pasti bahwa sesorang penulis PB akan menulis tentang Allah dan anggapan ini tidak keliru. Paulus mengacu pada Allah jauh lebih sering daripada penulisan PB mana pun. Paulus seorang yang tergila-gila pada Allah dan ia selalu berbicara tentang Dia yang menjadi pusat pemikirannya. Ia mengajarkan bahwa Allah berdaulat atas kehidupan kita dalam semua aspeknya, sehingga tidak ada satu bagian pun dari pengalaman kita yang dapat kita anggap tidak ada hubungannya dengan Allah. Bagi Paulus, Allah itu penting dimana-mana pada masa sekarang, dan ia menantikan dengan penuh harapan kedatangan zaman itu ketika Allah menjadi “semua didalam semua”(I Korintus 15:28).
            Yesus Kristus Tuhan Kita.
             Paulus sering menggunakan nama Kristus. Tentu saja kata Kristus adalah tranliterasi sebuah kata Yunani yang berarti diurapi, sama seperti mesias adalah transliterasi kata ibrani dengan arti yang sama. Namun lambat laun muncullah gagasan bahwa pada suatu hari akan tampil tidak hanya seorang yang diurapi melainkan orang tertentu yang diurapi, orang yang akan melaksanakan kehendak Allah secara istimewa. Ungkapan mesias itu sendiri jarang muncul dalam PL(Daniel 9:25-26). Yesus sang manusia, Paulus mengenalkan ajaran Yesus dengan cukup baik, sehingga ia bias mengutip berapa ucapanNya(I Korintus7:10, 9:14). Ia sadar juga bahwa ada beberapa hal yang tentangnya yesus tidak berkata apa-apa(I Korintus 7:12). Paulus ingin banyak berbicara mengenai kasih Allah, karena Kristus begitu erat dikaitan dengan Allah, maka tidak mengherankan kalau ia menulis juga tentang kasih Kristus. Hal ini benar terutama karena Paulus melihat salib kristus sebagai sesuatu yang amat penting, salib tempat Kristus mati demi kasihNya kepada umat manusia yang berdosa.
Karya Keselamatan Allah Dalam Kristus.
Hal ini tidak berarti bahwa Paulus memikirkan semua itu dari awan-awan. Dia bukanlah seorang teoretikus yang tidak praktis dan masa yang lalu ketika ia belum menjadi seorang Kristen, Paulus sudah merasa puas akan kedudukanya(filipi 3:4-6). Dengan perjumpaan itu dia memulai suatu cara hidup yang sama sekali baru. Masuknya Yesus kedalam dunia ini bertujuan memenuhi kebutuhan kita dan kematian Yesus  menduduki tempat sentral semuanya itu. (I Korintus 1:23). Kita semua orang berdosa yang membutuhkan penebusan. Kita telah gagal untuk brbuat yang baik dan yang termulia yang kita ketahui.
Penghakiman.
Penghakiman yang berlangsung di sini dan yang akan datang akan berlangsung dalam skala terbesarnya pada akhir zaman. Dia adalah Tuhan hakim yang adil yang akan menganugrahkan makhota kebenaran pada hari penghakiman(II Timotius 4:8). Allah akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati mausia, oleh Kristus Yesus(Roma 2:16) Tuhan akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang irencanakan didalam hati(I Korintus 4:5).
Dunia yang Jahat sekarang Ini.
Paulus melihat sejumlah factor lain yang mempersulit hidup manusia didalam apa yang disebut dunia jahat yang sekarang ini. Paulus tidak terang-terangan mengatakanya namum yang dia maksudkan pastilah bahwa jatuhnya manusia kedalam dosa membawa dampak bagi seluruh ciptaan, tentu saja terutama bagi manusia, tetapi dalam batas tertentu juga bagi segala sesuatu yang lain. Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa Paulus mengacu pada makhluk-makhluk semacam ini, ketika ia berbicara tentang perbudakan kepada roh-roh dunia(Galatia 4:3). Gagasan mengenai roh-roh jahat tidaklah lazim pada zaman kita, meskipun akhir-akhir ini banyak orang mengakui adanya roh-roh jahat itu. Tidak dapat disangka bahwa kejahatan meresapi banyak aspek kehidupan modern. Sungguh suatu fakta yang mengherankandan menyedihkan bahwa manusia yang berperadaban tinggi menimbulkan kengerian-kengerian yang lebih hebat daripada orang barbar. Kengerian karena bom atom, perang kimia, kelaparan masyaraat, belum lagi berbagai politik dagang dari Negara-negara kaya yang membuat angka penangguran.
Hidup Dalam Roh.
Bukanlah suatu pendapat yang asing bagi orang-orang zaman dulu bahwa kadang-kadang roh ilahi dating kedunia ini dan menguasai orang-orang beribadah. Dari sebab itu orang akan mengerti jika orang-orang Kristen berbicara mengenai roh yang ada dalam diri orang beriman.(Roma 8:9, 11:1, Korintus 3:16). Ada dua perbedaan yang penting dalam cara orang Kristen memahami Roh tersebut. Perbedaan pertama muncul dari kenyataan bahwa orang-orang kuno pada umunnya mnganggap roh ilahi itu hanya turun atas segelintir orang yang termuka. Peristiwa tersebut merupakan suatu pengalaman paling luar biasa, yang hanya berlaku untuk mereka yang dekat sekali dengan dewa-dewa. Akan tetapi, orang-orang Kristen menandaskan bahwa semua orang yang percaya memiliki roh itu. Maka Paulus bias berkata secara positif, semua orang yang dipimpin roh Allah, adalah anak Allah.(Roma 8:14).
Sakramen-sakramen.
Paulus tidak begitu sering membicarakan kedua ketetapan sakramen yang berabad-abad lamanya mempunyai arti penting sekali bagi gereja. Ia mewartakan kepada kita bahwa dlama satu roh kita semua telah dibaptis menjadi satu tubuh (I korintus 12:13), sehingga  menjadi jelas bahwa yang pentingadalah apa yang dikerjakan oleh roh. Begitu pentingnya hal ini, sampai-sampai ada sementara penafsir yang berpendapat bahwa Paulus tidak sama sekali membicarakan baptisan dengan air. Ia memakai istilah dibaptis dalamarti kiasan(Matius 3:11). Mereka sering mempertentangkan baptisan dalam roh dengan baptisan dalam air tanpa memperhatikan fakta bahwa PB sendiri tidak pernah membuat pembedaan semacam itu. Paulus berfikir tentang baptisan dengan air dan yang mau dia katakana adalah bahwa roh kuduslah yang membuat orang beriman menjadi anggota jemaat, bukan pengunaan air, rohlah yang mempersatukan kita semua.
Bagian kedua: 2. Kitab-kitab Injil Sinoptis dan Kisah Para Rasul.
            Sekarang kita mengalihkan perhatian kita pada kitab-kitab Injil. Saya lebih suka membicarakan kitab injil satu demi satu. Ini memungkinkan kita untuk melihat tidak hanya apa yang dikatakan dan dikerjakan oleh Yesus, tetapi juga bagaiman masing-masing penginjil memahami ucapan dan tindakan-tindakanNya itu.
            Pada bagian ini kita akan melihat ketiga Injil Sinoptis dan Kisah Para Rasul, sebab kitab ini merupakan  bagian karya Lukas yang dua jilid itu. dengan mengadakan studi demikian, saya sadar akan kenyataan bahwa tanpa Yesus tidak aka nada agama Kristen, tidak ada injil, tidak ada kitab-kitab injil! Sudah menjadi ajaran umum para penulis PB bahwa Allah telah mengerjakan sesuatu yang unik dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus, dan bahwa sesuatu yang unik itu merupakan hal yang paling penting yang pernah terjadi.
            Injil Markus.
            Markus menulis tentang sesuatu yang telah dikerjakan sendiri oleh Allah. Dan Yesuslah yang memberitakan kepada kita tentang kabar baik dari Allah. Injil bukanlah sesuatuyang sudah jelas atau bagian dari pengetahuan umum yang dimiliki oleh kaum beragama. Markus mengetahui bahwa itu merupakan kabar baik karena Yesus telah membawanya dari Allah. Kalau Allah mempunyai kabar baik untuk kita, maka penting bahwa kita memberikan tanggapan yang sepantasnya.
            Dengan mengingat apa yang telah dikerjakan Allah dan yang akan dikerjakanNya. Yesus menantang orang-orang memberi tanggapan mereka harus bertobat dan percaya. Bertobat berarti menerima kenyataaan bahwa kita telah melakukan apa yang seharusnya tidak boleh kita lakukandan melailaikan apa yang seharusnya kita lakukan. Namun yang paling penting dari semuanya ini adalah penekanan Markus pada kematian Yesus. Ini antara lain karena adanya nubuat-nubuat Yesus. Yesus mengatakan bahwa Ia akan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan para ahli taurat, dan Ia menubutkan juga kematianNya.(markus 8:31, 9:31, 10:33-34). Markus mengkhususkan kira-kira seperlima dari injilnya untuk mengisahkan kematian dan kebangkitan Kristus.
            Injil Matius.
            Matius menaruh rasa hormat yang besar. Oleh karena itu ia menghilangkan ayat-ayat tentang kemarahan Yesus dan ia tidak mencantumkan tuduhan bahwa Yesus itu tidak waras lagi(markus 3:21). Matius menjelaskan bahwa Yesus mempunyai arti penting bagi kedua belas rasul, bahwa Allah membimbing umatNya kadang-kadang melalui mimpi dan Allah melakukan hal-hal tertentu dalam alam jasmaniah ini sewaktu Ia melaksanakan rencanaNya. Bagi Matius, seperti bagi penginjil lainnya, inti dari kekristenan adalah injil bukan hokum taurat. Namum Matius pasti menaruh minat pada pentingnya ajaran Yesus. Orang-orang  bertobat tidak hanya harus dibaptis, melainkan juga diajar untuk melaksanakan semua perintah Yesus. (Matius 28:20). Dari apa yang ditulis Matius dan cara dia menulisnya, G. D. Kilpatrick menyimpulkan bahwa Matius adalah seorang ahli taurat Kristen.
            Injil Lukas dan Kisah Para Rasul: Doktrin Tentang Allah.
            Pada umunya orang sepakat bahawa pengarang yang sama telah menulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Ini menjadikan pengarang tersebut seorang tokoh yang amat penting dalam studi PB sebab keduanya tulisan bersama-sama merupakan lebih dari seperempat bagian PB secara keseluruhan.sudah menjadi keyakianan banyak orang sepanjang sejarah gereja bahwa pengarang kedua karya ini adalah Lukas, dan  tidak ada alasan kuat untuk meragukan hal ini, meskipun tidaklah begitu penting siapakah persisnya pengarang tersebut.
            Perhatian khusus Lukas pada tema kerajaan nyata juga dalam cara Lukas mengawali kisah pemberian makan lima ribu orang. Matius menyatakan rasa belas kasihan Yesus dan penyembuhan orang sakit olehNya(matius 14:13-14). Lukas juga menunjukan kepada kita bahwa kerajaan itu mempunyai aspek masa depan yang penting dan itu tergantung pada kedatangan Kristus kembali. Dari semua uraian ini menjadi jelas bahwa Lukas memandang amat serius kekuasaan Allah. Jelas ia sangat menghargai apa yang dikatakan Yesus tentang kerajaan itu dan ia menunjukan bahwa Yesus sering dan secara berarti mengajarkan tentang kerajaan Allah dan bahwa pengajaran it berlangsung terus dalam jemaat mula-mula. Bahwa Allah memerintah dan bahwa pada pengenapan waktu Ia akan menghadirkan kerajaanNya secara penuh merupakan bagian penting dari pengertian kristiani mengenai berbagai hal.
            Injil Lukas  dan Kisah Para Rasul: Doktrin tentang Kristus.
            Lukas memang mencatat beberapa peristiwa dari masa kanak-kanak Yesus, dan ia mencatat kenyataan bahwa anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah padaNya(lukas 2:40). Bagi Lukas gelar Kristus itu penting untuk pemahamanya tentang karya Allah melalui Yesus. Memang gelar itu bukanlah gelar yang paling sering dipakainya, namun ada semntara ahli yang memandangnya sebagai gelar yang paling penting. Hanya Lukas yang mengisahkan bahwa dari gelar inilah para pengikut Yesus mendapat sebutan khusus “kristen”(kis 11:26 bdk 26:28). Sejak awal penulisanya Lukas mempergunakan gelar tersebut, yaitu ketika ia membeitahu para pembaca bahwa malaikat  berkata kepada gembala tentang kelahiran juruselamat, yaitu Kristus Tuhan. Lukas sering menggunakan nama Kristus pada zaman dahulu nama jauh lebih berarti ketimbang pada zaman kita sekarang. Dalam beberapa hal nama menyimpulkan seluruh kepribadian pemiliknya, dan ini memberi arti yang jauh lebih luas kepada “nama Kristus”. Kalau orang dibaptis dalam nama ini (Kisah 2:38, 10:48, 19:5) paling tidak itu berarti bahwa orang yang dibaptis benar-benar berjanji untuk hidup menurut teladan Kristus. Ini merupakan ungkapan iman dan loyalitas.
Injil Lukas  dan Kisah Para Rasul: Doktrin tentang Keselamatan dari Allah kita.
Seperti para penginjil lain, dan dala hal ini juga semua penulis PB lainnya, Lukas berusaha menerangkan kebenaran agung bahwa Allah telah mendatangkan keselamatan bagi bangsa yang tidak layak menerimanya. Akan tetapi Lukas mempunyai cara khas dalam menyampaikan hal ini. Dialah satu-satunya orang yang menulis Injil dan suatu kisah Para Rasul, dan tak satu pun dari keduanya boleh kita abaikan.
Injil Lukas mengisahkan kepada kita apa yang dibuat dan diajarkan oleh Yesus. Selanjutnya Injil itu mengisahkan bagaimana Yesus dikhianati, dan diserahkan kepada orang-orang Roma oleh para pemimpin bangsaNya, bagaimana Ia disalibkan, dikuburkan, bagaimana Ia bangkit dan menyampaikan nasehat-nasehat kepada para pengikutNya. Mengapa ia begitu menekankan penderitaan dan kematian Yesus? Past satu-satunya makna yang ia berikan kepada hal-hal ini adalah makna soteriologis. Misalnya, ia tidak mengambarkan Yesus sebagai martir. Karena, ia membuat sebuah pernyataan mengenai makna kematiaan Kristus dan ia meyediakan tempat yang amat luas untuk mengisahkannya. Kalvari mempunyai arti lebih dari pada sekedar ditolaknya seorang yang baik dan saleh saja. Kematian itu merupakan cara Allah memberikan keselamatan bagi orang berdosa.
Injil Lukas  dan Kisah Para Rasul: Doktrin Tentang Roh Kudus.
Lukas banyak berbicara tentang Roh Kudus. Ia mengunakan kata pneuma sebanyak 36 kali. Lukas mengawali tema ini sejak awal kali, yakni sejak malaikat menyampaikan pesan kepada Zakharia bahwa anak yang dilahirkan baginya akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari Rahim ibunya(1:15). Tak ada bagian hidup Yohanes Pembatis yang dijalannya tanpa kehadiran Roh. Kedua orang tua Yohanes Pembatis dikatakan “penuh dengan Roh Kudus”.  Sebelum Yesus mengawali pelayananNya didepan public Yohanes pembatis membandingkan pelayananya dengan pelayanan Oknum agung yang akan dating itu dengan mengatakan bahwa kalau dia Yohanes, membaptis dngan air, maka Oknum yang lain tersebut akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Lukas menekankan peranan Roh dalam kisah tentang pencobaan, ketika pencobaan telah berakhir dalam kuasa Roh kembalilah Yesus Galilea(4:14). Bagi Lukas peristiwa pada hari Pentakosta itu amat penting. Ia mencatat kata-kata Yesus bahwa Bapa surgawi akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya.(11:13). Kehadiran roh benar-benar nyata dalam kisah perginya Paulus ke yerusalem sesudah Paulus menyelesaikan tugasnya di Efesus.
Injil Lukas  dan Kisah Para Rasul: Doktrin Kemuridan.
            Beberapa ajaran Yesus tentang kemuridan sebagian besar terdapat pada Injil Lukas saja(114:25-33, Mat 10:37-38 pararel dengan ayat 26-27) disini kita menjumpai kata yang sulit mengenai tidak mungkinya menjadi sesorang murid, kecuali kalau orang membenci sanak-keluarga yang terdekat, salah satu pernyataan yang paling tak mengenal kompromi sehubungan dengan kerajaan Allah dalam perjanjian baru.
Bagian Ketiga: 3. Tulisan-Tulisan Yohanes.
Salah satu persoalan yang amat sulit dalam perjanjian baru timbul dari tulisan-tulisan Yohanes. Hal ini harus dianggap sebagai kemungkinan yang sangat nyata, siapapun penulis karya-karya ini tentu ia menulis untuk orang-orang yang menaruh minat pada tulisannya dan tidak ada alas an mengapa kita tidak boleh berfikir mengenai satu komunitas yang memiliki paham-paham yang serupa satu sama lain dan yang bercirikan paham Yohanes. Kelompok ahli lainnya mengakui ada perbedaan gaya  tersebut, tetapi mereka mengatakan bahwa kita tidak  tahu seberapa besar peranan yang dimainkan oleh juru tulis dalam dokumen-dokumen abad pertama.
Injil Yohanes: Doktrin Kristus.
Orang sepakat bahwa injil keempat merupakan salah satu kitab yang amat penting yang pernah ditulis orang. Namun sebagai titik awal yang baik adalah pembukaan Injil itu sendiri Yesus. Kitab ini di awali dengan pada mulanya adalah firman(1:1) dan menjelang akhir kitab sang pengarang memberi tahu kita mengapa ia menulis semua yang tercantum disini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah mesias, anak Allah….(20:31). Ini adalah kitab mengenai Yesus. Hal ini diteguhkan oleh kenyataan bahwa Yohanes mengunakan nama Yesus sebanyak 237 kali.
Firman. Dalam prolognya Yohanes menyebut Yesus “Firman” sebanyak empat kali suatu sebutan yang tidak muncul lagi dalam sejarah Injilnya. Kita memakai istilah kata(=Firman) untuk menyebut satu satuan bahasa,  entah lisan atau tulisan, akan tetapi orang Yunani memberi kata tersebut makna yang jauh lebih luas. Mereka mengadakan pembedaan anatara logos prophorikos, yakni kata yang keluar dari sesorang. Dan logos endiathetos, kata yang tetap tinggal pada sesorang. Logos endiathetos berarti sesuatu yang mirip sekali dengan nalar. Oleh karena mereka yang berfikir tentang adanya lgos, Firman, yang meliputi alam semesta, sesuatu yang menyerupai “jiwa dunia”. Ada berbagi pemikiran serupa mengenai Firman, yang didasarkan pada ayat-ayat seperti yang kit abaca, Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan(Maz 33:6).
Injil Yohanes: Doktrin Allah Sang Bapa.
Dalam banyak hal Bapa dan Anak dngan cara tertentu dikaitkan satu sama lain. Yohanes memang berbicara tentang apa yang sedang dikerjakan bapa atau siapakah bapa itu, atau tentang hubungan bapa dengan manusia. Namun istilah bapa memperoleh maknanya yang paling dalam kalau dihubungkan dengan Kristus. Dalam pengutusan sang anak dan dalam apa yang dikerjakanNya  melalui sang anaklah kita bias mengerti apa artinya bahwa allah adalah bapa.
Injil Yohanes: Doktrin Allah Roh Kudus.
Yohanesmenyajikan beberapa ajaran yang amat penting mengenai Roh Kudus, Ia emulai kesaksian Yohanes Pembatis yang melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal diatasNya(1:32). Sebagai roh kebenaran, roh akan membimbing para murid kepada(atau kedalam)seluruh kebenaran(16:13). Kebenaran ini bukanlah suatu konsepsi filsafat, melainkan kebenaran yang dinyatakan dalam Yesus. Roh akan membimbing mereka sehingga mereka semakin memahami makna kebenaran itu.
Injil Yohanes: Doktrin Hidup Kristen
Yohanes menaruh perhatian yang cukup besar pada cara kita memasuki hidup baru yang dimungkinkan oleh karya Allah dalam diri Kristus. Ia menaruh perhatian juga pada segala yang diperlukan kalau kita mulai menghayati hidup Kristen. Hidup merupakan konsepsi dasar dalam seluruh tulisan Yohanes.
Yohanes juga memakai kata kerja hidup sebanyak tujuh belas kali. Jelas bahwa Yohanes biasa tetapi sering menaruh minat pada hidup sebagai konsepsi Kristen. Daam injilnya ia berbicara tentang hidup kekal. Namun rupanya tidak konsisten dalam membedakan hidup dengan hidup kekal.
Surat-Surat Yohanes.
Allah Bapa.
Allah sangat dominan dalam surat-surat ini kata Allah dipakai enam puluh tujuh kali dan bapa delapan belas kali. Kata ini merunjuk pada Allah. Begitu sering nya disebut dalam tulisan yang pendek . ada dua hal yang secara khusus digaris bawahi, yakni hubungan Allah dengan umatNya. Berulang kali disebutkan “anak Allah”. Bagi penulis surat ini, sangatlah penting bahwa kita mengetahui hubungan Yesus dengan Bapa.
Wahyu Yohanes.
Kebanyakan orang Kristen mereka merasa kitab wahyu itu kitab yang sulit, karena didalamnya ada penglijhatan-pengelihatan yang hidup, binatang-binatang yang aneh, dan rangkaian materai, sangkakala an cawan dan juga ada simbolisme yang tak lazim.
Yohanes mengawali kitabnya dengan inilah wahyu(apokalypsis) Yesus Kristus dan dari sinilah kita memperoleh kata apokaliptis. Yohanes menulis untuk suatu jemaat kecil yang sedang dianiaya, yang mempunyai resiko menjadi kecewa. Kitab Yohanes ditulis untuk sekelompok kecil orang Kristen yang menjadi bingung karena pertanyaan-pertanyaan semacam itu.
Bagian Ke empat: 4. Surat-Surat Umum.
            Sekarang kita membahas kelompok tulisan yang biasanya surat-surat katolik atau umum. Surat kepada orang Ibrani merupakan surat yang paling panjang diantara tulisan-tulisan ini dan harus dianggap tulisan yang paling penting dalam Perjanjian Baru.
            Surat kepada Orang Ibrani.
            Surat ini jelas berbeda dengan semua tulisan Perjanjian Baru lainnya. Secara konsisten surat ini membicarakan persoalan-persoalan orang Yahudi dan pandanganya tentang Yesus sebagai Iman besar Agung tidak dapat ditempat lain. Allah yang Agung  ia mengenal Allah sebagai yang maha agung, yang menciptakan segala sesuatu ada. Dia adalah hakim semua orang. Ajaran tentang penghakiman abadi merupakan jaran asas-asas pertama dari ajaran tentang kristus.
            Surat Yakobus.
            Yakobus adalah seorang monoteis ia melihat Allah aktif berkerja. Ciri khas surat Yakobus adalah penekannya yang kuat pada cara hidup yang benar.
            Surat pertama Petrus dan surat kedua Petrus
            Menjadi orang Kristen pada abad pertama memang tidak pernah mudah, tetapi ada waktu-waktu tertentu ketika hal itu sangat sukar. Orang-orang Kristen kemungkinan menderita hanya karena berbuat baik. Namun tidak ada kelebihan apa-apa. Rasul ini sangat menghargai kehidupan orang-orang Kristen sebagai satu kesatuan. Penulis menasehati semuanya ini dengan sangat, karena tidak ada keraguan sedikit pun tentang kenyataan-kenyataan yang mendasari Iman mereka.
            Surat Yudas.
            Pada umunya paraahli berpendapat surat Yudas ditulis lebih dahulu, dan bahwa II petrus bergantung pada surat Yudas. Sebenarnya Yudas ingin menulis tentang keselamatan(ayat3), tetapi karena kebutuhan-kebutuhan yang mendesak saat itu maka ia terpaksa menangani situasi saat itu. maka ia lau bebicara tentang penghakiamn Allah atas orang-orang berdosa

Kritikan buku TeologiPerjanjian Baru oleh Leon Moris.
Kelebihan Buku          : Bahasa yang digunakan sederhana, mudah dipahami. Penjabaranya sangat menarik karena penjabaranya luas. Mudah untuk jadi modal pemahaman akan dunia Teolog dan Pelayanan.
Kekurangan Buku       :Banyak penjabaran yang diulang.     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

meringkas buku Leon Morris

MEMBACA DAN MERINGKAS PIKIRAN POKOK BUKU TEOLOGI PERJANJIAN BARU LEON MORRIS Pendahuluan.             Meskipun Teolo...