MEMBACA DAN MERINGKAS PIKIRAN POKOK BUKU
TEOLOGI PERJANJIAN BARU
LEON MORRIS
Pendahuluan.
Meskipun Teologi Perjanjian Baru menjadi judul begitu
banyak buku, arti sebenarnya dari Teologi Perjanjian Baru masih sangat tidak
jelas. Sebagian dari penyebab kekaburan tersebut adalah kerancuan dalam
pemakaian istilah Teologi. Tujuan penulisan buku ini adalah memberikan suatu
pengantar yang ringkas tetapi padat tentang Teologi Perjanjian Baru.
Judul Buku : Teologi Perjanjian Baru
Penulis :Leon Morris
Penerbit :Gandung Mas
Ketebalan Buku : 506 halaman.
Bagian Pertama: 1.
Tulisan-Tulisan Paulus.
Paulus
seorang yang sangat berbakat. Karya pelayanannya yang sanagat luas dan efektif
menjadi lebih mudah oleh karena ia akrab dengan dua dunia, yaitu dengan dunia
agama Yahudi dan dunia Helenisme(mungkin kita perlu menambahkan satu dunia
lagi, yakni dunia Romawi).
Paulus
seorang Israel dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin(Roma 11:1 bdk II
Korintus 11:22), suatu hal yang jelas dia banggakan. Mengenai keturunan
lahiriah serta prestasinya ia dapat menulis demikian, “Jika ada orang lain
menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: disunat
pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli,
tentang pendirian terhadap hokum taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku
penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam menaati hokum Taurat aku tidak
bercacat.(Filipi 3:4-6). Lain sekali degan caranya menghadapi tulisan-tulisan
Yunani. Jelas, karena Paulus menguasai bahasa Yunani, maka semua harta pusaka
Yunani terbuka baginya. Namun, dalam semua tulisannya hanya dua kali ia
mengutip penulisan Yunani(I Korintus 15:33, Titus 1:12, Lukasmengungkapkan satu
kutipan lagi, yakni dalam salah satu kotbah, kisah 17:28).
Paulus
mengindentifikasikan dirinya dengan Israel. Bahkan dalam tulisan-tulisannya
kepada orang-orang bukan Yahudi ia menyebut Abraham “bapa leluhur jasmani kita”
dan Isak “bapa leluhur jasmani kita”(Roma 4:1, 9:10) dan mengacu pada nenek
moyang kita semua”(I Korintu 10:1). Dia mengharapkan damai turun atas “Israel
milik Allah”(Galatia 6:16).
Meskipun
ia seorang Yahudi, Paulus membuktikan bahwa ia dipanggil untuk berkerja
terutama ditengah bangsa-bangsa lain didunia ini. Ia adalah rasul bagi
orang-orang bukan Yahudi(Roma 11:13) pelayanan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa
bukan Yahudi” (Roma 11:13), ia dipanggil untuk memberitakan Kristus diantara
orang-orang yahudi(Galatia 1:16, Efesus 3:8). Latar belakang yang kompleks ini
mempersulit studi kita tentang tulisan-tulisan Paulus. Begitu juga gaya sastra
yang dipakai rasul itu. Dia suka tergesa-gesa, sehingga sering tidak
menyelesaikan kata-katanya yang dia berharap akan disi sendiri oleh para
pembacanya(dan yang para pembaca berharap dapat mengisinya dngan tepat!).
Dia
seorang pemikir orisinal dan kadang-kadang dia harus berjuang untuk menemukan
bahasa yang tepat untuk mengungkapkan halhal yang sebelumnya belum dikatakan
orang lain. Hal ini menambah kesulitan kita tetapi sekaligus membuat
penyelidikan kita ini semakin berharga. Teologi Paulus sangat padat dan
mendalam dan sudah terbentuk sejak dini sekali. Tulisannya merupakan bukti yang
kuat bahwa pandangan Kristiani yang pokok sudah terbentuk secara kokoh sebelum
pertengahan abad pertama, kurang dari 20 tahun sejak Yesus mati.
Allah
Sebagai Pusat Segalanya.
Paulus menaruh perhatian yang amat besar kepada Allah.
Biasanya kita menganggap pasti bahwa sesorang penulis PB akan menulis tentang
Allah dan anggapan ini tidak keliru. Paulus mengacu pada Allah jauh lebih sering
daripada penulisan PB mana pun. Paulus seorang yang tergila-gila pada Allah dan
ia selalu berbicara tentang Dia yang menjadi pusat pemikirannya. Ia mengajarkan
bahwa Allah berdaulat atas kehidupan kita dalam semua aspeknya, sehingga tidak
ada satu bagian pun dari pengalaman kita yang dapat kita anggap tidak ada
hubungannya dengan Allah. Bagi Paulus, Allah itu penting dimana-mana pada masa
sekarang, dan ia menantikan dengan penuh harapan kedatangan zaman itu ketika
Allah menjadi “semua didalam semua”(I Korintus 15:28).
Yesus Kristus Tuhan Kita.
Paulus sering
menggunakan nama Kristus. Tentu saja kata Kristus adalah tranliterasi sebuah
kata Yunani yang berarti diurapi, sama seperti mesias adalah transliterasi kata
ibrani dengan arti yang sama. Namun lambat laun muncullah gagasan bahwa pada
suatu hari akan tampil tidak hanya seorang yang diurapi melainkan orang
tertentu yang diurapi, orang yang akan melaksanakan kehendak Allah secara
istimewa. Ungkapan mesias itu sendiri jarang muncul dalam PL(Daniel 9:25-26).
Yesus sang manusia, Paulus mengenalkan ajaran Yesus dengan cukup baik, sehingga
ia bias mengutip berapa ucapanNya(I Korintus7:10, 9:14). Ia sadar juga bahwa
ada beberapa hal yang tentangnya yesus tidak berkata apa-apa(I Korintus 7:12).
Paulus ingin banyak berbicara mengenai kasih Allah, karena Kristus begitu erat
dikaitan dengan Allah, maka tidak mengherankan kalau ia menulis juga tentang
kasih Kristus. Hal ini benar terutama karena Paulus melihat salib kristus
sebagai sesuatu yang amat penting, salib tempat Kristus mati demi kasihNya
kepada umat manusia yang berdosa.
Karya
Keselamatan Allah Dalam Kristus.
Hal
ini tidak berarti bahwa Paulus memikirkan semua itu dari awan-awan. Dia
bukanlah seorang teoretikus yang tidak praktis dan masa yang lalu ketika ia
belum menjadi seorang Kristen, Paulus sudah merasa puas akan kedudukanya(filipi
3:4-6). Dengan perjumpaan itu dia memulai suatu cara hidup yang sama sekali
baru. Masuknya Yesus kedalam dunia ini bertujuan memenuhi kebutuhan kita dan
kematian Yesus menduduki tempat sentral
semuanya itu. (I Korintus 1:23). Kita semua orang berdosa yang membutuhkan
penebusan. Kita telah gagal untuk brbuat yang baik dan yang termulia yang kita
ketahui.
Penghakiman.
Penghakiman
yang berlangsung di sini dan yang akan datang akan berlangsung dalam skala
terbesarnya pada akhir zaman. Dia adalah Tuhan hakim yang adil yang akan
menganugrahkan makhota kebenaran pada hari penghakiman(II Timotius 4:8). Allah
akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati mausia, oleh Kristus
Yesus(Roma 2:16) Tuhan akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam
kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang irencanakan didalam hati(I
Korintus 4:5).
Dunia
yang Jahat sekarang Ini.
Paulus
melihat sejumlah factor lain yang mempersulit hidup manusia didalam apa yang
disebut dunia jahat yang sekarang ini. Paulus tidak terang-terangan
mengatakanya namum yang dia maksudkan pastilah bahwa jatuhnya manusia kedalam
dosa membawa dampak bagi seluruh ciptaan, tentu saja terutama bagi manusia,
tetapi dalam batas tertentu juga bagi segala sesuatu yang lain. Kebanyakan ahli
tafsir berpendapat bahwa Paulus mengacu pada makhluk-makhluk semacam ini,
ketika ia berbicara tentang perbudakan kepada roh-roh dunia(Galatia 4:3).
Gagasan mengenai roh-roh jahat tidaklah lazim pada zaman kita, meskipun
akhir-akhir ini banyak orang mengakui adanya roh-roh jahat itu. Tidak dapat
disangka bahwa kejahatan meresapi banyak aspek kehidupan modern. Sungguh suatu
fakta yang mengherankandan menyedihkan bahwa manusia yang berperadaban tinggi
menimbulkan kengerian-kengerian yang lebih hebat daripada orang barbar.
Kengerian karena bom atom, perang kimia, kelaparan masyaraat, belum lagi
berbagai politik dagang dari Negara-negara kaya yang membuat angka penangguran.
Hidup
Dalam Roh.
Bukanlah
suatu pendapat yang asing bagi orang-orang zaman dulu bahwa kadang-kadang roh
ilahi dating kedunia ini dan menguasai orang-orang beribadah. Dari sebab itu
orang akan mengerti jika orang-orang Kristen berbicara mengenai roh yang ada
dalam diri orang beriman.(Roma 8:9, 11:1, Korintus 3:16). Ada dua perbedaan
yang penting dalam cara orang Kristen memahami Roh tersebut. Perbedaan pertama
muncul dari kenyataan bahwa orang-orang kuno pada umunnya mnganggap roh ilahi
itu hanya turun atas segelintir orang yang termuka. Peristiwa tersebut
merupakan suatu pengalaman paling luar biasa, yang hanya berlaku untuk mereka
yang dekat sekali dengan dewa-dewa. Akan tetapi, orang-orang Kristen
menandaskan bahwa semua orang yang percaya memiliki roh itu. Maka Paulus bias
berkata secara positif, semua orang yang dipimpin roh Allah, adalah anak
Allah.(Roma 8:14).
Sakramen-sakramen.
Paulus
tidak begitu sering membicarakan kedua ketetapan sakramen yang berabad-abad
lamanya mempunyai arti penting sekali bagi gereja. Ia mewartakan kepada kita
bahwa dlama satu roh kita semua telah dibaptis menjadi satu tubuh (I korintus
12:13), sehingga menjadi jelas bahwa
yang pentingadalah apa yang dikerjakan oleh roh. Begitu pentingnya hal ini,
sampai-sampai ada sementara penafsir yang berpendapat bahwa Paulus tidak sama
sekali membicarakan baptisan dengan air. Ia memakai istilah dibaptis dalamarti
kiasan(Matius 3:11). Mereka sering mempertentangkan baptisan dalam roh dengan
baptisan dalam air tanpa memperhatikan fakta bahwa PB sendiri tidak pernah
membuat pembedaan semacam itu. Paulus berfikir tentang baptisan dengan air dan
yang mau dia katakana adalah bahwa roh kuduslah yang membuat orang beriman
menjadi anggota jemaat, bukan pengunaan air, rohlah yang mempersatukan kita
semua.
Bagian kedua: 2.
Kitab-kitab Injil Sinoptis dan Kisah Para Rasul.
Sekarang kita mengalihkan perhatian kita pada kitab-kitab
Injil. Saya lebih suka membicarakan kitab injil satu demi satu. Ini
memungkinkan kita untuk melihat tidak hanya apa yang dikatakan dan dikerjakan
oleh Yesus, tetapi juga bagaiman masing-masing penginjil memahami ucapan dan
tindakan-tindakanNya itu.
Pada bagian ini kita akan melihat ketiga Injil Sinoptis
dan Kisah Para Rasul, sebab kitab ini merupakan bagian karya Lukas yang dua jilid itu. dengan
mengadakan studi demikian, saya sadar akan kenyataan bahwa tanpa Yesus tidak
aka nada agama Kristen, tidak ada injil, tidak ada kitab-kitab injil! Sudah
menjadi ajaran umum para penulis PB bahwa Allah telah mengerjakan sesuatu yang
unik dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus, dan bahwa sesuatu yang
unik itu merupakan hal yang paling penting yang pernah terjadi.
Injil Markus.
Markus menulis tentang sesuatu yang telah dikerjakan
sendiri oleh Allah. Dan Yesuslah yang memberitakan kepada kita tentang kabar
baik dari Allah. Injil bukanlah sesuatuyang sudah jelas atau bagian dari
pengetahuan umum yang dimiliki oleh kaum beragama. Markus mengetahui bahwa itu
merupakan kabar baik karena Yesus telah membawanya dari Allah. Kalau Allah
mempunyai kabar baik untuk kita, maka penting bahwa kita memberikan tanggapan
yang sepantasnya.
Dengan mengingat apa yang telah dikerjakan Allah dan yang
akan dikerjakanNya. Yesus menantang orang-orang memberi tanggapan mereka harus
bertobat dan percaya. Bertobat berarti menerima kenyataaan bahwa kita telah
melakukan apa yang seharusnya tidak boleh kita lakukandan melailaikan apa yang
seharusnya kita lakukan. Namun yang paling penting dari semuanya ini adalah
penekanan Markus pada kematian Yesus. Ini antara lain karena adanya
nubuat-nubuat Yesus. Yesus mengatakan bahwa Ia akan ditolak oleh tua-tua,
imam-imam kepala dan para ahli taurat, dan Ia menubutkan juga
kematianNya.(markus 8:31, 9:31, 10:33-34). Markus mengkhususkan kira-kira
seperlima dari injilnya untuk mengisahkan kematian dan kebangkitan Kristus.
Injil Matius.
Matius menaruh rasa hormat yang besar. Oleh karena itu ia
menghilangkan ayat-ayat tentang kemarahan Yesus dan ia tidak mencantumkan
tuduhan bahwa Yesus itu tidak waras lagi(markus 3:21). Matius menjelaskan bahwa
Yesus mempunyai arti penting bagi kedua belas rasul, bahwa Allah membimbing
umatNya kadang-kadang melalui mimpi dan Allah melakukan hal-hal tertentu dalam
alam jasmaniah ini sewaktu Ia melaksanakan rencanaNya. Bagi Matius, seperti
bagi penginjil lainnya, inti dari kekristenan adalah injil bukan hokum taurat.
Namum Matius pasti menaruh minat pada pentingnya ajaran Yesus. Orang-orang bertobat tidak hanya harus dibaptis, melainkan
juga diajar untuk melaksanakan semua perintah Yesus. (Matius 28:20). Dari apa
yang ditulis Matius dan cara dia menulisnya, G. D. Kilpatrick menyimpulkan
bahwa Matius adalah seorang ahli taurat Kristen.
Injil Lukas dan Kisah Para Rasul: Doktrin Tentang Allah.
Pada umunya orang sepakat bahawa pengarang yang sama
telah menulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Ini menjadikan pengarang
tersebut seorang tokoh yang amat penting dalam studi PB sebab keduanya tulisan
bersama-sama merupakan lebih dari seperempat bagian PB secara keseluruhan.sudah
menjadi keyakianan banyak orang sepanjang sejarah gereja bahwa pengarang kedua
karya ini adalah Lukas, dan tidak ada alasan
kuat untuk meragukan hal ini, meskipun tidaklah begitu penting siapakah
persisnya pengarang tersebut.
Perhatian khusus Lukas pada tema kerajaan nyata juga
dalam cara Lukas mengawali kisah pemberian makan lima ribu orang. Matius
menyatakan rasa belas kasihan Yesus dan penyembuhan orang sakit olehNya(matius
14:13-14). Lukas juga menunjukan kepada kita bahwa kerajaan itu mempunyai aspek
masa depan yang penting dan itu tergantung pada kedatangan Kristus kembali.
Dari semua uraian ini menjadi jelas bahwa Lukas memandang amat serius kekuasaan
Allah. Jelas ia sangat menghargai apa yang dikatakan Yesus tentang kerajaan itu
dan ia menunjukan bahwa Yesus sering dan secara berarti mengajarkan tentang
kerajaan Allah dan bahwa pengajaran it berlangsung terus dalam jemaat
mula-mula. Bahwa Allah memerintah dan bahwa pada pengenapan waktu Ia akan
menghadirkan kerajaanNya secara penuh merupakan bagian penting dari pengertian
kristiani mengenai berbagai hal.
Injil Lukas dan
Kisah Para Rasul: Doktrin tentang Kristus.
Lukas memang mencatat beberapa peristiwa dari masa
kanak-kanak Yesus, dan ia mencatat kenyataan bahwa anak itu bertambah besar dan
menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah padaNya(lukas 2:40). Bagi
Lukas gelar Kristus itu penting untuk pemahamanya tentang karya Allah melalui
Yesus. Memang gelar itu bukanlah gelar yang paling sering dipakainya, namun ada
semntara ahli yang memandangnya sebagai gelar yang paling penting. Hanya Lukas
yang mengisahkan bahwa dari gelar inilah para pengikut Yesus mendapat sebutan
khusus “kristen”(kis 11:26 bdk 26:28). Sejak awal penulisanya Lukas
mempergunakan gelar tersebut, yaitu ketika ia membeitahu para pembaca bahwa
malaikat berkata kepada gembala tentang
kelahiran juruselamat, yaitu Kristus Tuhan. Lukas sering menggunakan nama
Kristus pada zaman dahulu nama jauh lebih berarti ketimbang pada zaman kita
sekarang. Dalam beberapa hal nama menyimpulkan seluruh kepribadian pemiliknya,
dan ini memberi arti yang jauh lebih luas kepada “nama Kristus”. Kalau orang
dibaptis dalam nama ini (Kisah 2:38, 10:48, 19:5) paling tidak itu berarti
bahwa orang yang dibaptis benar-benar berjanji untuk hidup menurut teladan
Kristus. Ini merupakan ungkapan iman dan loyalitas.
Injil
Lukas dan Kisah Para Rasul: Doktrin tentang
Keselamatan dari Allah kita.
Seperti
para penginjil lain, dan dala hal ini juga semua penulis PB lainnya, Lukas
berusaha menerangkan kebenaran agung bahwa Allah telah mendatangkan keselamatan
bagi bangsa yang tidak layak menerimanya. Akan tetapi Lukas mempunyai cara khas
dalam menyampaikan hal ini. Dialah satu-satunya orang yang menulis Injil dan
suatu kisah Para Rasul, dan tak satu pun dari keduanya boleh kita abaikan.
Injil
Lukas mengisahkan kepada kita apa yang dibuat dan diajarkan oleh Yesus.
Selanjutnya Injil itu mengisahkan bagaimana Yesus dikhianati, dan diserahkan
kepada orang-orang Roma oleh para pemimpin bangsaNya, bagaimana Ia disalibkan,
dikuburkan, bagaimana Ia bangkit dan menyampaikan nasehat-nasehat kepada para
pengikutNya. Mengapa ia begitu menekankan penderitaan dan kematian Yesus? Past
satu-satunya makna yang ia berikan kepada hal-hal ini adalah makna
soteriologis. Misalnya, ia tidak mengambarkan Yesus sebagai martir. Karena, ia
membuat sebuah pernyataan mengenai makna kematiaan Kristus dan ia meyediakan
tempat yang amat luas untuk mengisahkannya. Kalvari mempunyai arti lebih dari
pada sekedar ditolaknya seorang yang baik dan saleh saja. Kematian itu
merupakan cara Allah memberikan keselamatan bagi orang berdosa.
Injil
Lukas dan Kisah Para Rasul: Doktrin
Tentang Roh Kudus.
Lukas
banyak berbicara tentang Roh Kudus. Ia mengunakan kata pneuma sebanyak 36 kali.
Lukas mengawali tema ini sejak awal kali, yakni sejak malaikat menyampaikan
pesan kepada Zakharia bahwa anak yang dilahirkan baginya akan penuh dengan Roh
Kudus mulai dari Rahim ibunya(1:15). Tak ada bagian hidup Yohanes Pembatis yang
dijalannya tanpa kehadiran Roh. Kedua orang tua Yohanes Pembatis dikatakan
“penuh dengan Roh Kudus”. Sebelum Yesus
mengawali pelayananNya didepan public Yohanes pembatis membandingkan
pelayananya dengan pelayanan Oknum agung yang akan dating itu dengan mengatakan
bahwa kalau dia Yohanes, membaptis dngan air, maka Oknum yang lain tersebut
akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
Lukas
menekankan peranan Roh dalam kisah tentang pencobaan, ketika pencobaan telah
berakhir dalam kuasa Roh kembalilah Yesus Galilea(4:14). Bagi Lukas peristiwa
pada hari Pentakosta itu amat penting. Ia mencatat kata-kata Yesus bahwa Bapa
surgawi akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya.(11:13).
Kehadiran roh benar-benar nyata dalam kisah perginya Paulus ke yerusalem
sesudah Paulus menyelesaikan tugasnya di Efesus.
Injil
Lukas dan Kisah Para Rasul: Doktrin
Kemuridan.
Beberapa ajaran Yesus tentang kemuridan sebagian besar
terdapat pada Injil Lukas saja(114:25-33, Mat 10:37-38 pararel dengan ayat
26-27) disini kita menjumpai kata yang sulit mengenai tidak mungkinya menjadi
sesorang murid, kecuali kalau orang membenci sanak-keluarga yang terdekat,
salah satu pernyataan yang paling tak mengenal kompromi sehubungan dengan
kerajaan Allah dalam perjanjian baru.
Bagian Ketiga: 3.
Tulisan-Tulisan Yohanes.
Salah
satu persoalan yang amat sulit dalam perjanjian baru timbul dari
tulisan-tulisan Yohanes. Hal ini harus dianggap sebagai kemungkinan yang sangat
nyata, siapapun penulis karya-karya ini tentu ia menulis untuk orang-orang yang
menaruh minat pada tulisannya dan tidak ada alas an mengapa kita tidak boleh
berfikir mengenai satu komunitas yang memiliki paham-paham yang serupa satu
sama lain dan yang bercirikan paham Yohanes. Kelompok ahli lainnya mengakui ada
perbedaan gaya tersebut, tetapi mereka
mengatakan bahwa kita tidak tahu
seberapa besar peranan yang dimainkan oleh juru tulis dalam dokumen-dokumen
abad pertama.
Injil
Yohanes: Doktrin Kristus.
Orang
sepakat bahwa injil keempat merupakan salah satu kitab yang amat penting yang
pernah ditulis orang. Namun sebagai titik awal yang baik adalah pembukaan Injil
itu sendiri Yesus. Kitab ini di awali dengan pada mulanya adalah firman(1:1)
dan menjelang akhir kitab sang pengarang memberi tahu kita mengapa ia menulis
semua yang tercantum disini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah
mesias, anak Allah….(20:31). Ini adalah kitab mengenai Yesus. Hal ini
diteguhkan oleh kenyataan bahwa Yohanes mengunakan nama Yesus sebanyak 237
kali.
Firman.
Dalam prolognya Yohanes menyebut Yesus “Firman” sebanyak empat kali suatu
sebutan yang tidak muncul lagi dalam sejarah Injilnya. Kita memakai istilah
kata(=Firman) untuk menyebut satu satuan bahasa, entah lisan atau tulisan, akan tetapi orang
Yunani memberi kata tersebut makna yang jauh lebih luas. Mereka mengadakan
pembedaan anatara logos prophorikos, yakni kata yang keluar dari sesorang. Dan
logos endiathetos, kata yang tetap tinggal pada sesorang. Logos endiathetos
berarti sesuatu yang mirip sekali dengan nalar. Oleh karena mereka yang
berfikir tentang adanya lgos, Firman, yang meliputi alam semesta, sesuatu yang
menyerupai “jiwa dunia”. Ada berbagi pemikiran serupa mengenai Firman, yang
didasarkan pada ayat-ayat seperti yang kit abaca, Oleh firman Tuhan langit
telah dijadikan(Maz 33:6).
Injil
Yohanes: Doktrin Allah Sang Bapa.
Dalam
banyak hal Bapa dan Anak dngan cara tertentu dikaitkan satu sama lain. Yohanes
memang berbicara tentang apa yang sedang dikerjakan bapa atau siapakah bapa
itu, atau tentang hubungan bapa dengan manusia. Namun istilah bapa memperoleh
maknanya yang paling dalam kalau dihubungkan dengan Kristus. Dalam pengutusan
sang anak dan dalam apa yang dikerjakanNya
melalui sang anaklah kita bias mengerti apa artinya bahwa allah adalah
bapa.
Injil
Yohanes: Doktrin Allah Roh Kudus.
Yohanesmenyajikan
beberapa ajaran yang amat penting mengenai Roh Kudus, Ia emulai kesaksian
Yohanes Pembatis yang melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia
tinggal diatasNya(1:32). Sebagai roh kebenaran, roh akan membimbing para murid kepada(atau
kedalam)seluruh kebenaran(16:13). Kebenaran ini bukanlah suatu konsepsi
filsafat, melainkan kebenaran yang dinyatakan dalam Yesus. Roh akan membimbing
mereka sehingga mereka semakin memahami makna kebenaran itu.
Injil
Yohanes: Doktrin Hidup Kristen
Yohanes
menaruh perhatian yang cukup besar pada cara kita memasuki hidup baru yang
dimungkinkan oleh karya Allah dalam diri Kristus. Ia menaruh perhatian juga
pada segala yang diperlukan kalau kita mulai menghayati hidup Kristen. Hidup
merupakan konsepsi dasar dalam seluruh tulisan Yohanes.
Yohanes
juga memakai kata kerja hidup sebanyak tujuh belas kali. Jelas bahwa Yohanes
biasa tetapi sering menaruh minat pada hidup sebagai konsepsi Kristen. Daam
injilnya ia berbicara tentang hidup kekal. Namun rupanya tidak konsisten dalam
membedakan hidup dengan hidup kekal.
Surat-Surat
Yohanes.
Allah
Bapa.
Allah
sangat dominan dalam surat-surat ini kata Allah dipakai enam puluh tujuh kali
dan bapa delapan belas kali. Kata ini merunjuk pada Allah. Begitu sering nya
disebut dalam tulisan yang pendek . ada dua hal yang secara khusus digaris
bawahi, yakni hubungan Allah dengan umatNya. Berulang kali disebutkan “anak
Allah”. Bagi penulis surat ini, sangatlah penting bahwa kita mengetahui
hubungan Yesus dengan Bapa.
Wahyu
Yohanes.
Kebanyakan
orang Kristen mereka merasa kitab wahyu itu kitab yang sulit, karena didalamnya
ada penglijhatan-pengelihatan yang hidup, binatang-binatang yang aneh, dan
rangkaian materai, sangkakala an cawan dan juga ada simbolisme yang tak lazim.
Yohanes
mengawali kitabnya dengan inilah wahyu(apokalypsis) Yesus Kristus dan dari
sinilah kita memperoleh kata apokaliptis. Yohanes menulis untuk suatu jemaat
kecil yang sedang dianiaya, yang mempunyai resiko menjadi kecewa. Kitab Yohanes
ditulis untuk sekelompok kecil orang Kristen yang menjadi bingung karena
pertanyaan-pertanyaan semacam itu.
Bagian Ke empat: 4.
Surat-Surat Umum.
Sekarang kita membahas kelompok tulisan yang biasanya
surat-surat katolik atau umum. Surat kepada orang Ibrani merupakan surat yang
paling panjang diantara tulisan-tulisan ini dan harus dianggap tulisan yang
paling penting dalam Perjanjian Baru.
Surat kepada Orang Ibrani.
Surat ini jelas berbeda dengan semua tulisan Perjanjian
Baru lainnya. Secara konsisten surat ini membicarakan persoalan-persoalan orang
Yahudi dan pandanganya tentang Yesus sebagai Iman besar Agung tidak dapat
ditempat lain. Allah yang Agung ia
mengenal Allah sebagai yang maha agung, yang menciptakan segala sesuatu ada.
Dia adalah hakim semua orang. Ajaran tentang penghakiman abadi merupakan jaran
asas-asas pertama dari ajaran tentang kristus.
Surat Yakobus.
Yakobus adalah seorang monoteis ia melihat Allah aktif
berkerja. Ciri khas surat Yakobus adalah penekannya yang kuat pada cara hidup
yang benar.
Surat pertama Petrus dan surat kedua Petrus
Menjadi orang Kristen pada abad pertama memang tidak
pernah mudah, tetapi ada waktu-waktu tertentu ketika hal itu sangat sukar.
Orang-orang Kristen kemungkinan menderita hanya karena berbuat baik. Namun
tidak ada kelebihan apa-apa. Rasul ini sangat menghargai kehidupan orang-orang
Kristen sebagai satu kesatuan. Penulis menasehati semuanya ini dengan sangat,
karena tidak ada keraguan sedikit pun tentang kenyataan-kenyataan yang
mendasari Iman mereka.
Surat Yudas.
Pada umunya paraahli berpendapat surat Yudas ditulis
lebih dahulu, dan bahwa II petrus bergantung pada surat Yudas. Sebenarnya Yudas
ingin menulis tentang keselamatan(ayat3), tetapi karena kebutuhan-kebutuhan
yang mendesak saat itu maka ia terpaksa menangani situasi saat itu. maka ia lau
bebicara tentang penghakiamn Allah atas orang-orang berdosa
Kritikan
buku TeologiPerjanjian Baru oleh Leon Moris.
Kelebihan Buku : Bahasa yang digunakan sederhana,
mudah dipahami. Penjabaranya sangat menarik karena penjabaranya luas. Mudah
untuk jadi modal pemahaman akan dunia Teolog dan Pelayanan.
Kekurangan Buku :Banyak penjabaran yang diulang.